Sehari setelah ulang tahun ibukota Jakarta, Bandung menggelar salah satu pesta demokrasi besar: pemilihan walikota dan wakil walikota. Setelah 10 tahun berada di bawah pimpinan Dada Rosada, kini saatnya kota kita tercinta memiliki pemimpin baru, yang diharapkan dapat membawa perubahan bagi Bandung untuk menjadi kota yang lebih baik.

Sayangnya bagi sebagian orang, momen Pilkada ini dianggap sebagai kegiatan biasa yang tidak akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari sehingga mereka enggan berpartisipasi. Padahal hak pilih sudah di tangan dan tidak setiap tahun pemilihan kepala daerah ini diadakan.

Termasuk orang yang tidak antusias dengan Pilkada Kota Bandung 2013? Bandung Review akan memberikan beberapa alasan mengapa sebaiknya kita tidak menjadi golongan putih alias golput, yaitu orang yang tidak menggunakan hak pilihnya sama sekali:

1. Belajar Memilih

Pada dasarnya, hidup kita selalu penuh dengan pilihan. Mulai dari sesederhana ketika bangun tidur, kita bisa memilih turun dari tempat tidur atau malah kembali menarik selimut. Pilihan lebih sulit misalnya memilih tempat sekolah lanjutan atau kerja.

Pada Pilkada Kota Bandung 2013, pilihan kita adalah delapan pasang calon walikota dan calon wakil walikota yang siap membangun kota tercinta ini dengan visi dan misinya masing-masing. Meski mungkin tidak kenal atau simpatik dengan salah satu calon, pilihlah satu pasangan yang mungkin bisa mewujudkan Bandung menjadi kota impian di bawah kepemimpinannya kelak. Kalau ternyata orang yang kita pilih kalah atau menang tetapi tidak sesuai harapan, tidak ada pengurangan nilai seperti sedang ikut SBMPTN kok, he-he.

Setelah ada pasangan pemimpin Bandung yang terpilih, mari kita membantu dan mengawasi kinerja mereka agar tetap memimpin kota ini dengan baik dan benar. Kota idaman akan terwujud bila pemerintah dan warganya mau bekerja sama membangun tempat tinggal mereka, bukan?

2. Belajar Berpolitik

Aristoteles pernah mengungkapkan, manusia adalah makhluk politik alias zoon politicon. Politik, yang digunakan untuk membuat kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang sehat ini bahkan dianggap sebagai ilmu yang paling tinggi kedudukannya dibanding ilmu-ilmu lain. Aristoteles bahkan menambahkan, politik adalah kecenderungan alami yang tidak bisa dihindari manusia.

Berpartisipasi dalam Pilkada adalah salah satu bentuk kegiatan berpolitik. Dengan memilih salah satu pasangan calon walikota dan calon wakil walikota Bandung, secara tidak langsung kita membantu terwujudnya tujuan keberadaan politik itu sendiri yaitu mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

3. Membuat Bandung Lebih Baik

Sudah bosan dengan Bandung yang macet, jalanan berlubang, udara panas, dan beragam keluhan lainnya? Kalau belum bisa berpartisipasi aktif mengembalikan kenyamanan Bandung seperti dahulu, inilah saatnya kita membuat kondisi kota tercinta ini menjadi lebih baik. Satu suara yang kita berikan kepada salah satu pasangan adalah kontribusi nyata untuk mendorong terwujudnya Bandung sebagai kota impian. Meski mungkin nantinya pasangan yang dipilih gagal menjadi pemimpin yang sesuai harapan kita, setidaknya kita telah berusaha membantu Bandung memilih pemimpin yang baik.

Tidak ada ruginya meluangkan beberapa waktu untuk melakukan pencoblosan pada Pilkada Kota Bandung 2013. Siapa tahu partisipasi kita mendapat apresiasi dari pihak yang tidak disangka-sangka, potongan harga di kafe favorit misalnya. Selamat mencoblos! (RY)

Photo Source:

Tempo.co

Fokusjabar.com

Tags : Bandung, Bandungreview, BRDC, Jakarta, Walikota, Demokrasi, Pilihan, Harapan, Pilwalkot, 3 Alasan untuk Tidak Golput, 3 Reason To Not Golput, Aristoteles, Golput, Pilkada, Politik, Pemilu, SBMPTN, zoon politicon
  • ulfa_upet Ditulis pada : 24 June 13 11:17:42
    semoga yang golput bisa baca

    SOCIAL MENU
    SEARCH
HOT PICK