Hari Kamis (30/1) pekan lalu, Lapangan Parkir Timur Kolam Renang Senayan Jakarta digebrak oleh event musik metalcore ‘Hollow Festival’. Musik keras hingar bingar itu ramai didatangi oleh kaum muda yang kebanyakan berbaju hitam, warna kebangsaan para pecinta musik metalcore.

Dari jajaran musisi metalcore yang  di Hollow Festival 2014, satu yang paling ditunggu dan menjadi highlight dari Bandung Review adalah The Devil Wears Prada. Grup band satu ini berhasil memuaskan para penggemar setianya dengan beberapa lagu andalannya.   Panggung Hollow Festival ini memang tidak terlalu megah, tetapi The Devil Wears Prada membuat panggung itu menjadi panggung yang sangat atraktif.  Alhasil, semua fans terpuaskan dengan penampilan mereka itu. 

Dibentuk pada tahun 2005, The Devil Wears Prada atau yang sering disingkat TDWP ini beranggotakan Mike Hranica (Vocal), Chris Rubey (lead guitar), Jeremy DePoyster (rhytm guitar, vocals), Andy Trick (Bass), dan Daniel William (Drums). Sampai saat ini TDWP sudah merilis 5 Album & 2 EP, dan album ke-3 mereka berhasil mencapai peringkat 11 di Top Billboard 200.

Ada yang unik dari penampilan The Devil Wear Prada di Senayan pekan lalu, rencananya, waktu tampil mereka itu adalah pukul 20.18 WIB, hal itu disesuaikan dengan judul album terbarunya yaitu “8:18”.  Namun karena karena berbagai hal, TDWP baru bisa tampil 15 menit kemudian. Tapi hal ini tidak membuat para penggemarnya lantas marah atau kecewa, namun dengan semangat mereka terus berteriak memanggil band favoritnya itu untuk segera naik ke atas panggung. “Prada, Prada, Prada” begitulah teriak para penonton yang memenuhi stage.
Saat tampil, The Devil Wears Prada membawakan lagu – lagu teranyar mereka dari album ‘8:18’ diantaranya Gloom, War, First Sight dan 8:18 . Juga beberapa lagu dari album sebelumnya. Ketika Mike Hranica menggebrak dengan teriakan  “Jakarta, are you still awake??!!” para penggemarnya menjadi lebih bersemangat dan mereka semakin menggila saat TDWP membawakan lagu andalan mereka yaitu Outnumbered, Anatomy dan membuat penonton sing along di lagu TDWP ‘Danger Wildman’. 

Tidak The Devil Wears Prada saja yang berhasil membuat Hollow Festival menjadi satu konser metalcore yang atraktif. Sebelum TDWP tampil, ada beberapa band – band indie bergenre sejenis diantaranya Divide, Cemetery Dance Club, Sweet as Revenge dan Thirteen yang membuat konser ini semakin berwarna keras.

Sejak open gate pukul 17.30, venue Hollow Festival semakin malam semakin dipadati oleh para penggemar musik metalcore. Bisa dibilang, untuk event pertamanya, Garuda Production berhasil membuat Hollow Festival menarik dan tetap berjalan tertib.  Bukti bahwa metalcore is not equal with violent. (AF)

Tags : #Hollow Festival 2014 , #The Devil Wears Prada, #TDWP, #metalcore music, #hardcore music , #Hollow Fest
Belum ada komentar, mau menjadi yang pertama? Silahkan isi komentar Anda.
    SOCIAL MENU
    SEARCH
HOT PICK
    • Harris Hotel
      4 Star Hotel
      Alamat : Jl. Peta No. 241
      Telepon : (022)6128600