Kota Bandung memang selalu menjadi salah satu tujuan favorit untuk berwisata. Baik itu wisata alam, kuliner, edukasi, juga belanja. Rasanya, tidak ada habisnya menjelajah kota Kembang ini.

Pada suasana Ramadhan, saya ingin mencoba wisata yang berbeda, wisata religi. Menyegarkan pikiran sekaligus mendekatkan diri pada Ilahi. Sayapun mengajak seorang teman untuk berwisata dan pilihan kami jatuh pada Masjid Al-Irsyad di Kota Baru Parahyangan.

Letaknya memang jauh dari keramaian kota Bandung. Namun, jarak tersebut menurut saya cukup sebanding dengan yang akan didapat dari masjid yang dituju.

Berbeda dengan bentuk masjid pada umumnya, tempat ibadah yang didesain oleh Ridwan Kamil ini berbentuk kubus dan tanpa kubah. Sekilas, bentuk ini mengingatkan kita pada bangunan Ka'bah di Mekkah. Kesederhanaan desainnya membuat masjid ini terlihat indah.

Keunikan lainnya adalah dinding luar masjid. Dinding yang berlubang di beberapa bagian ini memiliki fungsi ganda, artistik sekaligus sebagai ventilasi. Artistik karena jika diperhatikan, lubang-lubang tersebut membentuk lafaz dua kalimat syahadat. Sirkulasi udara pun bisa berlangsung melalui lubang tersebut sehingga masjid ini ramah lingkungan, tidak memerlukan penyejuk ruangan lagi.

Malam hari ketika lampu di dalam masjid mulai dinyalakan, sinarnya akan menerobos melalui lubang-lubang di dinding. Masjid pun akan terlihat memancarkan kalimat syahadat. Tak heran jika masjid ini pernah masuk ke dalam nominasi 5 besar "Building of The Year 2010" untuk kategori religious architecture.

Masuk ke dalam masjid, ada suasana tenang dan menyejukkan yang terasa. Ada tiga pintu yang bisa dimasuki yaitu melalui pintu timur, selatan, dan utara. Namun, pintu yang lebih sering dibuka untuk akses masuk ke masjid sepertinya adalah pintu utara yang juga dekat dengan tempat wudhu.

Lagi-lagi ada pemandangan yang berbeda pada interitor di dalam masjid. Bagian mimbarnya tidak tertutup dinding sehingga pemandangan bukit hijau akan terlihat langsung. Ada bola besar berwarna perak bertuliskan kaligrafi 'Allah', membuat kita senantiasa mengingat Sang Pencipta.

Sayangnya, kesejukan belum dapat dinikmati di luar masjid. Meski bersih dan luas, halaman masjid Al-Irsyad belum terlalu rimbun oleh pepohonan. Pada bagian halaman, terdapat tempat untuk duduk-duduk santai serta menara masjid. Tidak jauh dari masjid juga terdapat sekolah Al-Irsyad Satya Islamic School.

Sebagai tempat ibadah, kesucian masjid ini sangat dijaga oleh pengelolanya. Siapapun dilarang berduaan di sekitar lokasi masjid dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya. Berfoto untuk pra-wedding pun tidak diijinkan.

Mengenai pengambilan gambar, pengelola masjid memiliki kebijaksanaan tersendiri. Agar tidak menimbulkan masalah, pengunjung yang ingin mengambil foto/video di sekitar masjid ini sebaiknya meminta ijin dulu kepada pengelola masjid. Setelah berinfaq dan mengutarakan maksud pengambilan gambar, barulah pengunjung bisa mengambil foto atau video.

Suasananya tenang yang dihadirkan masjid ini mampu membuat saya betah berlama-lama berada disana. Sayangnya, karena tidak membawa kendaraan pribadi, saya tidak bisa sampai sore di sana. Ada bus Damri yang akan membawa saya kembali ke kota Bandung.

Masjid Al-Irsyad adalah salah satu tempat ibadah yang cocok menjadi tujuan wisata religi. Pikiran kembali segar, batin pun tenang dan senantiasa mengingat Sang Pencipta dan semakin mendekatkan diri kepada-Nya. (RY)

Tags : Bandung, Kota Baru Parahyangan, Bandungreview, BRDC, Ramadhan, Arsitektur, Ridwan Kamil, Al-Irsyad, Al-Irsyad Satya Islamic School, Masjid, Religi, Sensasi Religi di Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan
  • kikirizki Ditulis pada : 15 August 12 11:07:15
    Subhanallah.. Luar biasa pisan desainnya :)

    SOCIAL MENU
    SEARCH
HOT PICK
    • Harris Hotel
      4 Star Hotel
      Alamat : Jl. Peta No. 241
      Telepon : (022)6128600