Merayakan tahun 2010 sebagai Tahun Kunjungan Museum, Bandung Review turut menampilkan beberapa museum terkemuka di Bandung. Kini yang menjadi perhatian adalah Museum Sri Baduga, yang juga merupakan museum utama di Jawa Barat.
Terletak di Jalan BKR 185, museum ini diresmikan pada tahun 1980, meskipun pembangunannya telah dilakukan sejak tahun 1974. Arsitekturnya terinspirasi dari bangunan rumah adat Jawa Barat, yang diberi sentuhan modern. Awalnya, museum ini bernama Museum Negeri Propinsi Jawa Barat, namun sejak tahun 1990, diberi tambahan nama Sri Baduga yang kemudian menjadi nama populer bagi museum ini. Sri Baduga adalah nama seorang raja dari kerajaan Pajajaran, yang merupakan penguasa ranah Pasundan pada zaman dahulu kala.
Museum Sri Baduga memiliki lebih dari 6000 koleksi, yang terbagi dalam 10 kelompok. Koleksi-koleksi ini dipamerkan pada tiga lantai berbeda, dimana setiap lantainya menampilkan sejarah alam dan budaya dari Jawa Barat. Koleksi-koleksi tersebut adalah :
1. Koleksi geologika, menampilkan batuan, mineral, dan produk alam lainnya.
2. Koleksi biologika, menampilkan fosil-fosil makhluk hidup, yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan.
3. Koleksi etnografika, menampilkan produk budaya zaman purba, sebagai bagian dari antropologi.
4. Koleksi arkeologika, menampilkan produk peradaban kuno.
5. Koleksi sejarah, menampilkan obyek penelitian sejarah atau benda-benda yang memang bersejarah.
6. Koleksi numismatika dan heraldika, menampilkan mata uang, cap, stempel, tanda jasa, lambing, dan tanda pangkat resmi.
7. Koleksi filologika, menampilkan naskah-naskah kuno.
8. Koleksi keramikologika, menampilkan tembikar dan keramik kuno.
9. Koleksi seni rupa, menampilkan karya seni dua dan tiga dimensi yang merupakan hasil pengalaman artistik.
10.Koleksi teknologika, menampilkan penemuan-penemuan teknologi, baik tradisional maupun modern.
Museum Sri Baduga dibuka pada jam 08.00 sampai 15.00 pada hari Senin sampai Jumat dan jam 08.00 sampai jam 14.00 pada hari Sabtu dan Minggu. Anda juga dapat membawa kelompok atau rombongan untuk mengunjunginya.
Kita mulai berpetualang ala Indiana Jones, sambil mengintip Bandung dan Jawa Barat tempo dulu, hanya di Museum Sri Baduga. (RA)