Jika Anda berlibur ke Bandung dan mengunjungi daerah Lembang, ada baiknya Anda dan keluarga tidak melewatkan untuk mengunjungi Observatorium Bosscha. Pada edisi ini, bandungreview akan mengajak Anda melihat bagaimana keindahan ruang angkasa.

hanya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menuju Observatorium Bosscha ini dari pusat kota Bandung. Tempat ini meski sudah berusia 87 tahun namun masih terlihat kokoh. Lewat teropong yang berada di dalam gedung itu, anda pasti terpana dan kagum dapat menyaksikan langsung pesona benda-benda angkasa.

Dibangun di lahan seluas enam hektare, Bosscha memang dirancang secara khusus oleh arsitek asal Belanda, KCPW Schoemaker yang juga merupakan mantan dosen Bung Karno ketika mengenyam pendidikan di Insitut Teknologi Bandung (ITB).

Tinggi bangunan mencapai 15 meter dengan titik tengah 11 meter, sedangkan untuk kubahnya yang dinamakan Zeis beratnya 56 ton dengan diameter 14,5 meter. Atap kubah sendiri dapat bergerak dengan daya listrik berkekuatan 1500 watt. Sangking kokohnya, bangunan Observatorium Bosscha, diperkirakan dapat bertahan dari guncangan gempa yang berkekuatan hingga tujuh skala Richter.

Menelusuri ke dalam bangunan, Anda dapat melihat teleskop Zeiss yang sudah mulai dioperasikan sejak 1928 dan hingga sekarang masih berfungsi dengan baik. Memiliki panjang 11 sentimeter, diameter 60 sentimeter dan berat 17 ton, awalnya teleskop ini digunakan untuk melakukan penelitian bintang ganda.

Walau teleskop Zeiss merupakan maskot di Bosscha, sebenarnya masih banyak teleskop yang terdapat di dalamnya, antara lain, Unitron, Goto, Bamberg. Kesemua teleskop dapat digunakan untuk menyaksikan bulan hingga matahari.

Bagi anak-anak, selain dapat melihat benda langit, di Bosscha juga dapat meningkatkan kualitas intelektual dan menimbulkan daya imajinasi yang tinggi.

Tertarik datang mengunjungi Bosscha? Silahkan lakukan pendaftaran minimal sebulan sebelumnya, bisa melalui telepon maupun surat. Anda dapat memilih sendiri jam berkunjung, siang atau malam.

Untuk siang hari, Anda dapat memilih dari Selasa hingga Sabtu, pada pukul 09.00, 12.00, dan 15.00 WIB dengan biayanya Rp. 5.000,- per orang. Sedangkan untuk malam hari, hanya dapat dilakukan dari April hingga Oktober dengan biaya Rp. 10.000,- Waktu kunjungannya akan dimulai pukul 17.00 sampai 20.00 WIB.
(AS/FR)

Tags : Bandung Review,
Belum ada komentar, mau menjadi yang pertama? Silahkan isi komentar Anda.
    SOCIAL MENU
    SEARCH
HOT PICK